Saat isteriku masih
ditugaskan menjadi calon suster yang berpraktek di sebuah rumah sakit, ia
beruntung sekali bisa mendapat kesempatan bekerja sama dengan seorang dokter
ahli bedah yang sangat terkenal di kota kecil itu. Sekali peristiwa, saat
sebuah operasi berlangsung separo jalan, isteriku yang sedang bekerja dengan
tekun dan penuh perhatian tiba-tiba mendengar dokter ahli itu berkata:
"Mbak, tolong
bantu carikan radio panggilku yang telah berdering
sebanyak dua kali."
Waktu itu isteriku agak
kalang kabut, maka ia segera meraba-raba bagian depan jas putih yang dikenakan
dokter untuk mencari handphone tersebut; melihat keadaan ini beberapa teman
sejawat yang ada di dalam ruang operasi pada tersenyum geli. Pada saat
tangannya dengan gerakan kikuk meraba-raba pinggang sang dokter, dokter
tiba-tiba berhenti sebentar melakukan operasinya dan dengan memelototkan mata
berkata dengan suara yang agak keras: "Mbak, aku benar-benar tak ingin
mengganggu dirimu, tetapi handphoneku itu sekarang bukan ada jasku, melainkan
ada di atas meja itu."