****** NONTON
LAYAR TANCAP PERDANA ******
Sekitar dua bulan setelah aku menjadi karyawan,
suatu malam di afdeling kami diadakan hiburan karyawan berupa pemutaran filem
layar tancap.
Ketika itu sangat banyak penonton, bahkan dari
kampung sekitar pada datang untuk menyaksikan pemutaran filem tersebut, ada
yang bawa tikar dan orang pondok membawa bangku atau kursi.
Karena banyaknya penonton, lalu aku mengeluarkan
kursi dari rumah dan hanya menonton dari halaman rumah bersama dengan krani-I ku bermarga Sianipar.
Ternyata filemnya mengenai perang dunia ke-2 antara
sekutu dengan Jepang.
Saat seorang militer menghadap, dia menghormat
kepada komandannya, namun aku heran karena mereka menggunakan tangan kiri
(kidal), demikian juga saat berperang... semuanya kidal...karena heran lalu aku
berkata seolah kepada diri sendiri :
"Lho... kenapa ya militer itu menghormat dan
bertempur pakai tangan kiri?, apa memang waktu perang dunia dulu semuanya
menggunakan tangan kiri ya ?" aku kebingungan.
Rupanya pak Sianipar yang mendengar celotehan ku
tersebut, langsung menjawab :
"Kita kan menonton filemnya dari belakang
layar Regar, ya jelaaasss... gambar filemnya terbaliiiikkk...!!"
"Astagaaa ... daggaaaaa...!!!" spontan
aku malu.
(Memang busyet...daahh...katanya siantar men...)