******
LANGKAH KIRI ******
Akhir tahun 2008.
Ketika itu aku dan anak ku si bungsu berangkat
dari kebun tempat ku bekerja ke Pematang Siantar untuk bertahun baru kerumah
adikku yang bungsu yang menempati rumah almarhum orangtua sekalian ziarah ke
pusara ayah/ibu dan isteri ku.
Setibanya disana ternyata telah datang juga
keluarga kakak dan adikku, dan ternyata mereka baru usai makan siang dengan
lauk ikan mujahir goreng dengan sambal tombur kesukaan ku.
Tanpa tunggu lama segera aku duduk
bersila ditikar, lalu kakak ku menyediakan makanan seporsi, ikan mujahir goreng
yang begitu beraroma khas serta bumbu tombur dalam tapak, kemudian aku mulai
berdoa dalam hati, namun sebelum berdoa, aku melihat empat ekor kucing adikku
telah duduk dihadapanku tanpa suara, hanya matanya menatap pada ku seolah
berkata : "Bagi dong oom ikannya."
Kunaikkan piring berisi ikan itu diatas paha kiri
ku, lalu mulai aku berdoa dalam hati.
Namun aku jadi kurang konsentrasi dalam berdoa,
karena memikirkan si kucing yang kelihatannya juga sungguh bernafsu terhadap
ikan ku..
Tiba-tiba...belum selesai aku berdoa, piring diatas
paha ku terguling, dan dengan refleks aku berteriak :
"Huuuusss....huuuusss.....huuuusss....!!"
Doa ku tak sampai... ikan ku sudah dilarikan salah
se ekor kucing yang kemudian mereka berempat lari kearah dapur untuk saling
berebut ikan mujair kesukaan ku.
Semua keluarga yang masih duduk dibagian hilir
tikar pada tertawa terpingkal-pingkal.
"Kurasa bapak tadi dari kebun langkah
kirilah.. makanya ikannya disambar kucing." kata anak ku disela-sela
tertawanya.
"Weeeehhhh... sudah doa tak kelar...ikan pun
melayang...tahankaaann.!!"