Kisah Anak Madura
ada orang
Madura yang masih lugu datang ke Jakarta.
Dia menenteng golok dan memakai baju hitam. Pada
suatu hari dia pergi ke perkantoran kawasan
Sudirman
untuk mencari anaknya yang menjadi Manager.
Karena
tempat kerjanya ada di lantai ke-10 dia memakai
lift. Akan
tetapi sebelum masuk lift dia melepas sandalnya
yang
terbuat dari karet ban bekas yang tebal. Kemudian
setelah
masuk ke lift dia memencet no.13. Setelah sampai ke
lantai 13, dia kaget bukan kepalang karena
sendalnya
tidak ada dan akhirnya dia marah-marah, sampai
mukanya
merah dan akhirnya dia mengeluarkan goloknya yang
besar itu.
Madura : "Bener-bener orang Jakarta nggak bisa
dipercaya, baru sendal saja diambil !!!"
Tak lama kemudian datanglah Satpam untuk
mengamankan orang Madura itu sambil menanyakan,
Satpam : "Ada apa pak ? Kok sampai nenteng
golok
kayak gitu ?"
Madura : "Nih, sendal saya hilang dicuri sama
orang
Jakarta ! Laa, sebelum masuk lift sendal saya
copot, eh
setelah keluar dari lift kok sendal hilang !!!
Benar-benar
orang Jakarta nggak bisa dipercaya !!"
Satpam : "Begini saja pak. Bapak masuk lift
lagi dan
pencet tombol no. 1" (Sambil mendorong orang
Madura
masuk Lift)
Setalah itu orang Madura masuk lift, kemarahannya
masih
belum sirna. Dan Lift terbuka di Lantai 1, begitu
pintu lift
terbuka orang Madura kaget melihat sandalnya ada di
depan pintu lift, sembari memasukkan golok ke
sarungnya.
Madura : "Benar-benar orang Jakarta nyalinya
kecil, baru
dikeluarkan golok saja sandal sudah dikembalikan
!!!"