Angkot
Horor
Badan terasa pegal dan rasa ngantuk mulai
menghampiri setelah seharian menghabiskan waktu untuk bekerja ekstra alias
lembur. Jam telah menunjukkan 23.55. Dengan berat tetap ku langkahkan kaki
untuk pulang. Hari ini aku tidak membawa motor kesayanganku, karena kemarin
sore harus masuk bengkel.
Tak terasa sudah 15 menit aku menunggu angkot
jurusan pulang tetapi tidak ada satupun yang kelihatan.
Tiba-tiba aku teringat 2 hari yang lalu telah
terjadi kecelakaan angkot yang menewaskan sopir dan beberapa penumpangnya Aku pun
mencoba mengalihkan perhatian agar tak memikirkan hal itu lagi.
Nha, itu dia angkot yang ku tunggu-tunggu. Aku
langsung naik dan duduk di paling belakang.
Didalam angkot aku tidak sendiri, ada 4 orang lain
selain aku dan si sopir angkot. Semua tidak ada yang bersuara, mungkin meraka
juga mengantuk pikirku. Karena rasa ngantukku yang tak dapat ku kalahkan aku
pun tertidur sejenak, saat ku buka mata tiba-tiba 1 orang penumpang sudah tidak
ada. Ach, mungkin dia sudah turun pikirku. Aku pun meneruskan tidurku, tak lama
kemudian aku bangun lagi dan 3 orang lainnya pun telah tiada. Kini tinggal aku
dan sopir angkot itu.
Ku coba arahkan pandanganku ke luar jendela. Dalam
hatiku bertanya-tanya, kok lama banget, padahal perasaanku aku sudah lama sekali
naik angkot ini. Tapi biarlah, nanti juga pasti sampe. Aku melanjutkan tidurku
kembali dan lagi-lagi baru sebentar aku terbangun lagi, saat ku lihat ternyata
kini sopir angkotnya yang tidak ada. Tetapi angkot tetap jalan walaupun tanpa
sopir.
Aku bingung setengah hidup, karena kejadian ini.
Tiba-tiba dari luar ada yang menggedor-gedor bagian belakang angkot, aku tambah
bingung. Pelan-pelan aku menolehkan kepalaku ke arah belakang angkot dan
terdengar teriakan seseorang "Mas, mas, mas, jangan tidur melulu!!! Ayo
bantun dorong!!! Ini mobilnya mogok"
(Sialan, aku pikir ini angkot horor, ternyata. . .)